Ahad, 29 Julai 2012

Satu Lembar Kertas Itulah Kehidupan Kita



Alhamdulillah , hari ini mentari hadir menyinari bumi di tempatku berada. Kota Taikoo Shing. Cuaca yang cukup panas antar 27-33 derajat celcius.  Seperti biasanya, rutinitas yang cukup memakan tenaga,  harus dijalani setiap harinya.

 Pada pembukaan hari , banyak hal yang kadang menggangu pikiran kita diantaranya kegelisahan untuk menjalani segala rutinitas yang  mau tidak mau harus dijalani. Gelisah bertemu mereka orang-orang yang  menjadi atasan , majikan, boss, relasi atau mungkin para kostumer kita. Pekerjaan apapun itu  sama , dan setiap dari kita punya tanggung jawab yang harus dipikul setiap harinya. Nah, itu yang kadang menjadi kekawatiran saat pembukaan hari. Gelisah!

Taukah para pembaca, pagi ini ada sesuatu yang membuat penulis ini menjadi semangat dan bergairah. Pagi yang susah bagi saya, Anda atau bahkan mereka yang tidak  terbiasa untuk bangun. Malas, pasti  menghalangi, ngantuk pasti juga menjadi penghambat  untuk segera bangun dan melaksanakan rutinitas. Jika kebiasaan seperti itu terapkan terus menerus, sirkulasi, observasi tubuh juga akan tergangu.  Lalu, apa itu yang membuat  bergairah?ini kuncinya ternyata , niat.  Usahakan niat sejak mata mulai terbuka dengan diikuti langkah  berikut:

  1. Buka mata, biasakan untuk segera berniat ,untuk apa hari ini ? bagaimana cara mengatasi kekawatiran? Satu persatu terlebih dahulu  renungkan sebelum badan benar-benar bangun .
  2.  Bangun saja, jalani dengan apa adanya.  Kosongkan pikiran, dan nikmati apapun  yang ada didepan tanpa harus banyak pertimbangan 'just do' , juga cara terbaik untuk membawa hati bahagia.    


 Dan cara itu ternyata  cukup mengatasi kegelisahan dan kekawatiran , yang kadang  muncul dalam kehidupan. Selain berfikir positif  , berusaha menerapkan kata bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, semua pasti mengalami masalah. Berusahalah untuk tidak berfikir "Aku orang paling menderita di dunia ini ", buang jauh-jauh kata yang menggangu hati. Bawa rasa yang bisa memberi semangat  contohnya mendengarkan musik , menonton film atau lainnya , atau boleh juga jalan-jalan, kumpul dengan banyak orang, shopingg atau menjadi relawan sosial.

Dulu saat usiaku sedikit muda 3 tahun, banyak hal-hal yang muncul di dalam benak. Misalnya takut kalah dalam persaingan, takut pacar tidak setia, takut pekerjaan hilang dsb, hingga segala sesuatu dilakukan setiap hari dengan kepenatan , kegelisahan,kemurungan. Yang ada hanya wajah musam masam. Setelah berbagai hal terlalui  semuanya selalu gagal hasilnya, dalam arti tak pernah beruntung sedikit pun, hingga muncul  sebuah pertanyaan  pada diri sendiri mengapa demikian? Ternyata jawabannya  hanya satu kalimat,  'Karena selalu berfikir negatif dalam menjalani hidup' , akhirnya muncul kesimpulan pada diri sendiri, bahwa  sudah saatnya harus bangkit, tak boleh kalah lagi, tak boleh menyerah, menyemangati diri  kegagalan ini adalah  guru yang paling bijak untuk esuk hari. Suara hati  itu ,yang akhirnya menjadi bumbu-bumbu penyemangat hingga hilanglah rasa gelisah yang menggangu sebelumnya.

 Jika dilihat ,hidup ini ibaratkan sebuah lembaran kertas, bila kita isi dengan pensil berwarna,  akan berwarna, kita isi dengan spedol hitam juga akan hitam , mungkin akan sulit dihapuskan. Bila kita isi kertas dengan pensil   ringan dan  terarah , hasilnya pun akan indah dan mudah dihapus dan dibenahi.

Lembar demi lembar akan kita isi, bila lembar kosong  itulah awal yang harus dimaknai sebelum menuliskan cerita kehidupan kita. Bila kertas itu masih bersih kenapa harus dikotori, andai tulisan dengan pensil itu tidak membuat  nyaman , mengapa tidak dihapus saja ? toh semua dengan tujuan sama , ingin menikmati dan menjalani kehidupan dengan bahagia. Sebenarnya hidup  ada dua pilihan , bahagia dan susah.  Bila kita pilih bahagia maka bahagialah kita, sebaliknya bila yang kita pilih itu susah  , rumit dan susahlah akhirnya.  Siapa yang disalahkan kalo sudah demikian?


Intinya, ada jalan mudah kenapa harus pikir jalan yang susah, ada kehidupan bahagia kenapa harus memilih  yang sedih? , bukankah semuanya kehidupan  kita , yang menjalani kita sendiri, melangkah kemana dan dari mana , yang tau hanya diri kita sendiri. Nah, maka dari itu, mari selalu bersemangat menjalani hari dengan terus berusaha untuk bahagia, karena disitulah kunci kesejahteraan akan tercipta. Berfikir positif dengan diri sendiri,  dan  jangan lelah untuk terus belajar, karena disitu awal cita-cita akan terlaksana. Semoga!

* Hidup hanya satu kali, beri kesan yang paling berarti untuk menandai bahwa kita mampu dan bisa ( devadelamor)








Tiada ulasan:

Catat Ulasan