Selasa, 31 Julai 2012

Membuat Bahagia Orangtua Selain Pahala Juga Berkah

1/8/2012  06:34 PM


Waktu berlalu terasa cepat sekali, baru kemarin rasanya  menjadi anak-anak TK, SD, SMP, SMU  dan seterusnya. Baru seperti kemarin saat  kakiku diikat bapak dibonceng dengan sepeda bututnya berputar-putar keliling desa. Rasa masih kemarin itu seolah menjadi sebuah perjalanan dan semua disakisikan oleh  sang waktu.

Kini ,ternyata aku telah dewasa, bahkan orang  seumurku  bilang sudah lebih dari dewasa karena saat mereka bertemu denganku , anak-anak mereka   memanggilku  'tante'. Atau saat aku berada di kampung halaman , keponakan-keponakanku memanggilku ' bude' ^__^. Ah benar-benar tidak terasa.

Sore ini saat kaki melangkah setapak demi setapak dalam sebuah perjalanan, tepatnya mengantar ibu dari boss laki-laki jalan-jalan , ada sesuatu yang menggugah pikiranku untuk menuliskan semua yang terlewati.

Wanita yang berusia 80 tahun, dengan badan ringgih, punggung agak bungkuk. Wanita tangguh menurut pendapatku. Di usia yang cukup tua itu , ia tak pernah mau untuk istirahat. Setiap harinya  selain ia yang mengurusi masakan  untuk anak gadis dan suaminya ( ayah dan kakak perempuan bos pria ) , ia juga sebagai  orang yang mengatur perbelanjaan dan memasaknya. Bahkan saat  kakinya sebelah  tidak bisa digerakan karena jatuh, ia tak mau oranglain merawatnya. Mungkin saking hati-hatinya atau takut merepotkan oranglain.


Sebenarnya para orangtua itu, apa yang mereka harapkan bila dekat dengan orang-orang sekitarnya termasuk anak-anaknya? Dari pengalaman dan pengamatanku , para orangtua hanya ingin kita  disekitarnya  mengerti keadaan mereka. Keinginan 'DIMENGERTI' itu yang sebenarnya mereka harapkan. Maka bila mereka diajak bicara diajak ketempat yang sesuai dengan keinginan hatinya itu merupakan sesuatu sekali yang sangat membahagiakan. Seperti contoh dulu saat  masih merawat orangtua,  kala itu masih belum begitu mengenali cara untuk menyelami hati mereka para orang-orang usia lanjut. Lalu dengan berjalannya waktu bersama mereka , merawat mereka baru bisa mengambil suatu kesimpulan di atas. Bahwa mereka butuh orang yang mengerti akan keadaan mereka.


Apakah orangtua kita pun juga demikian?
Sebagai anak sudah sepantasnya mengerti keinginan dan harapan  kedua orangtua kita. Entah saat mereka bahagia, ataupun saat mereka susah. Kita tidak akan tega membuat kedua orangtua kita susah ,  demikian kan?  begitu sebaliknya saat kita susah , kita pun tak ingin orangtua kita melihat kita susah , karena saat  mereka melihat beda tentang kita, mereka orang yang paling peka terhadap pikiran kita anak-anaknya. Percaya atau tidak orangtua kita adalah orang yang paling mengerti akan keadaan kita.

Mereka tidak mengharap kita uang, tak mengharap kita untuk membelikan barang-barang mewah, tapi mereka hanya mengharap kita  mengerti , memahami dan mengajak mereka berinteraksi. Mereka hanya ingin diajak berbicara. Karena, saat tua itulah  perasaan nyaman dan dekat dirasa. Biasanya orang yang telah berusia lanjut banyak kekawatiran muncul dari dalam  pikirannya yang kadang membuat ia kembali seperti anak-anak kecil. Mudah marah dan banyak bicara . Tapi  maklumi dan mengertilah kita akan keadaan mereka .

Ibu dan bapak adalah kedua oranrtuaku yang paling mengerti akan sikap dan keadaanku sebelum orang lain tahu, meski tak pernah sama sekali aku mengabari bila aku sedang susah atau saat bahagia, karena aku jauh diperantauan. Tapi mereka bisa mengenali suara dan sikap saat mengajak mereka berbicara. Mereka bisa menebak bagaimana  pikiranku. Sungguh laur biasa bukan ? Itulah orangtua kita. Orang yang sangat peka terhadap buah hatinya, sangat cinta dan mengasihi sepanjang kehidupannya. Bahkan menganggap kita sama seperti kemarin saaat masih kecil , saat masih dalam gendongannya. Dan saat kita dewasa bahkan punya anak nanti para beliau, mereka kedua orangtua kita mungkin akan selalu memanggil kita  ' Nduk/le' , sebutan anakperempuan kecil/lelaki kecil.


 Saat Ramadhan seperti inilah saat  yang paling  menyesakkan , karena selalu jauh dari kedua orangtua, hanya bisa mencukupi kebutuhan  namun tak pernah memberi perhatian secara nyata.

Mari pembaca, selamamasih berkesempatan ,selama  kedua orangtua kita masih sehat, berbaiklah dan perhatikanlah,  karena  sebenarnya tanpa mereka kita tidak akan ada hingga detik ini pula.

Bagi saya diriku orangtua adalah nomer satu segala dari segalanya. Membuat mereka bahagia adalah kewajiban. Siapapun  membuat orangtua disekitar kita bahagia adalah selain pahala juga berkah di hari depan akhirnya.

 Ingat setiap nasehat , tutur dan pepatah " Doa yang paling manjur adalah  doa kedua orangtua kita dan doa mereka para orangtua disekitar kita."

 Semoga ! Kita semua bagian  orang yang selalu mau berubah baik dan menjadi baik lagi ,terutama kepada orangtua kita dan orang-orang di sekitar kita yang menyayangi kita. Aamiin!

Barokallah semoga!


Tiada ulasan:

Catat Ulasan