Selasa, 11 Disember 2012

Celoteh Rindu 11122012

kembali sketsa menjelma
di pucuk angan
yang disebut sayang
mungkin
: cinta

sebuah wajah indah
terlukis setiap senja
berona redup berpeluh
dalam lembaran Desember
berasa biru mengharu

hujan
pengiring setia
tertandai tetesan yang
meresap pada daun waru
lalu tanah pun basah

dari sana
langit berloreng
membawa
suara yang mendayu
tik tik tik
menggema bertalu
rindu oh rindu

Coretan di sudut jendela: Taikoo Shing

Khamis, 15 November 2012

Sepenggal Kisah Nyata Tentang KTKLN


By: Deva del Amor. 


       Siapa yang tidak kenal KTKLN? Bagi kita kaum Migrant, pasti sangat genah sekali tentangnya. KTKLN ( Kartu Tanda Kerja Luar Negeri ). Kartu yang seperti KTP, bentuk dan modelnya. Pemerintah menganjurkan untuk kita kaum Migrant, harus memiliki kartu tsb untuk mengetahui , memantau dan mempermudah pengecek-an data dimana dan kemana kita diperkerjakan, termasuk juga “ Katanya” disertai asuransi. 

      Aku punya kisah unik tentang pembuatan kartu ini. Bukankah dulu ,Pemerintah menganjurkan pembuatan kartu ini untuk keamanan bagi kita right ? dan katanya juga tak dipunggut biaya. Meski, dipunggut biaya tidak harus banyak. Itu katanya , yang pernah saya dengar. Tapi kenyataannya , KTKLN sangatlah tidak mudah untuk didapatkan. 

      Aku pulang dari luar-negeri tanggal 19 bulan desember kemarin tepatnya tahun lalu 2011. Dan setibanya di Bandara Juanda, para petugas menganjurkan untuk melaporkan diri tujuan kita pulang ke dalam-negeri. Apakah pulang terus atau pulang cuti. Mereka menanyakan pula jangka waktu kepada kita. Seperti biasa mereka tidak menjelaskan apa-apa hanya memberi tahu saja kepada kita agar mencari KTKLN . Tapi, mereka tidak menjelaskan dimana dan bagaimana cara mengurusinya. 



     Tanggal 27 Desember 2011, tepatnya jam 2 siang saya sampai di kantor BNP2TKI di wilayah Jagir Wonokromo , setelah berangkat jam 8 pagi dari kampung di kota Kediri sampai disana siang. Waktu untuk sampai itu pun tidak mudah. Selain harus memakai Bis Patas jurusan Blitar-Surabaya. Setelah dari Stasiun Bungurasih harus ganti lagi naik angkot. Tapi, karena wilayah Surabaya bagi saya terlalu rawan dan asing saya memutuskan untuk mencari Taksi agar mudah sampai di Kantor tsb. Namun di luar dugaan. Petugas kantor BNP2TKI mengatakan bahwa : 


       “ Maaf Mbak...kantor sudah tutup. Mbak bisa datang besuk.“ Katanya. 

       Mereka seperti merasa enteng berkata bahwa kantor telah tutup untuk jam sekian. Jam 2 PM . Padahal bukankah pelayanan BNP2TKI seharusnya terbuka paling tidak hingga jam yang biasanya berlaku yaitu jam 5 sore. Buat jaga-jaga apabila kita, para TKI yang bertempat tinggal jauh dan berangkat dengan transfortasi yang cukup lama dalam perjalanan.Tapi mengapa mereka secepat itu. Anehnya lagi setelah petugas memeriksa dokumen saya , mereka langsung berkata :

        „ Mbak, sampean harus pergi ke PT yang tertera disini di kontrak kerja. Dan biarkan mereka saja yang urus .“ katanya lagi.

       Dan ketika saya tanya mengapa harus ke PT , mereka mengatakan bahwa saya re-new kontrak, dan harus pihak PT yang mengurusi penurunan Visa . Padahal, kontrak kerja saya sudah berjalan hampir 4 bulan. Dan kepulangan bukan untuk mengurusi kontrak kerja melainkan liburan. Dan bukankah Visa saya berjalan sewaktu saya mejalani kontrak baru ?tapi mereka berkata selayaknya merekalah yang tau persis bagaimana sistem yang harus dijalankan tanpa harus mengecheck ulang data saya. 

       Setelah mendengar info dari PT bahwa bila saya membuat kartu KTKLN harus membayar Satu Juta Rupiah, lalu saya tidak langsung pergi kesana untuk mengurusinya. Bagi saya itu bukan biaya murah dan lagi mana mungkin sebesar itu, karena sebelumnya mendengar berita dari kawan-kawan sesama migrant , pembuatan kartu itu tidak harus membayar semahal itu . Bahkan saya sempat melihat formulir yang pernah saya terima dari pihak KJRI HKG , pembuatan kartu KTKLN hanya mengeluarkan biasa maksimal 2-3 ratus. Tapi apa nyatanya, ternyata pihak dalam negeri ( BNP2TKI) yang mempersulit dengan embel-embel pihak PT , Asuransi dsb. Herannya lagi mengapa perlu Asuransi. Bukankah di dalam kontrak kerja sudah jelas semua dan lengkap termasuk asuransi. Tapi ternyata Asuransi yang pihak BNP2TKI tawarkan ke TKI tidak sama seperti yang tertera di kontrak kerja. Dan mereka menekankan sangat perlu katanya. 
       Wah mungkin itulah yang mungkin teman-teman bilang koalisasi yang merugikan bahkan bisa dikatakan sebagai pemerasan. Bayangkan saja bila kita bertempat tinggal yang jauh dengan kantor BNP2TKI , selain untuk biaya sekian, kita juga harus mengeluarkan lagi biaya untuk tranfortasi dari kampung hingga nyampai di kantor tsb. Itu tidak mudah bahkan bila tempat kita dipegunungan bagaimana ? berapa uang yang akan dikeluarkan. Satu juta, dua juta atau bahkan lebih. Bahkan ada yang bilang dan saya dengar sendiri kemarin mereka mengeluarkan hampir Rp : 3000,000-, ( Tiga juta rupiah ) untuk mendapatkan kartu ini. 

     Hitung saja contoh pengeluaran saya . Mulai dari kediri , naik Bis Patas dari Wates tempat saya ke Bungurasih Rp: 30 ribu, lalu dari Bungurasih ke Wonokromo naik Taksi sekitar Rp : 50 ribu. Dan itu hanya berangkatnya saja . bila kita bolak balik dan harus nginap apakah kantor BNP2TKI juga akan memberi tempat kita untuk menginap ? bila tidak hanya sehari . Minimanl 3 hari, saya yakin mereka tidak mau tau tentang itu . Lalu kita pasti harus cari lagi penginapan entah itu Losmen atau Hotel dalam waktu pencarian KTKLN tsb hingga usai. Bukankah itu juga harus memakai biaya lagi ? dan pastinya tidak murah bila disekitar kantor tsb. 

     Sambil saya pusing memikirkan keanehan dan marah atas sikap pelayanan para petugas tsb, saya mampir ke warkop yang terletak persis disamping kantor tsb. Dan keanehan lagi saya jumpai disana. Ternyata para petugas BNP2TKI dan petugas Asuransi mangkal disana untuk makan siang. Dan selanjutnya terjadilah suatu sistem tawar menawar dengan para TKI termasuk saya , tanpa diduga ternyata mereka mengawasi saya setelah keluar dari kantor BNP2TKI . Anehnya juga mereka seperti langsung kenal dengan wajah saya. Kebanyakan mereka laki-laki dan bertutur sapa sopan dan halus . Mereka menawarkan sebuah bantuan bila ingin mudah mendapatkan kartu tsb. Tapi mereka juga berkata “ Ada syaratnya “ untuk mendapatkan secara cepat. Itu yang ditawarkan kepada saya waktu itu. Dan mereka selayaknya seorang yang baik hati menawarkan dan menjelaskan dengan detail cara dan pembuatannya . Mungkin itu sesuai peraturan yang berlaku di kantor tsb. 

         Setelah mereka kira kita ( Para pencari KTKLN) percaya mereka menawarkan harga dan memberi kita selembar kartu nama , untuk menghubungi dia sewaktu-waktu dibutuhkan. 


                                                                              ----00---- 


Hari Berikutnya. 

Saya datang lagi yang kedua kalianya, membawa syarat-syarat lengkap pembuatan KTKLN termasuk berkas-berkas dibawah : 
- Paspor 
- Kontrak kerja 
- Surat keterangan Employer dan tanda tangannya disertai alasan kepulangan 
- Dan tiket pesawat pulang pergi. 


    Tapi masih juga mereka menyarankan saya kembali untuk mencari PT yang tertera di dokumen konrak kerja saya. Padahal PT tsb saya tidak kenal sama sekali dan tidak tau menhu alamatnya. Dan seingat saya PT tsb hanyalah sebagai pelengkap pengurusan re-new kontrak yang di lakukan oleh Agent HKG. Dan itu kata AGENT tidak ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan kerja saya . Hanya menjadi syarat pelengkap pemberitahuan saja.     Dan yang lebih membuat saya berani berkata bahwa saya tak perlu ke PT karena saya sudah menjalani kerja hampir 4 bulan. Tapi mereka masih bersikukuh dengan alasan yang sama . Dan bahkan parahnya mereka menolak lagi memberi formulir untuk pembuatan kartu . Dengan alasan lagi semua dokumen saya palsu dan harus dimurnikan pleh PT. Selain pihak PT tidak boleh. 

    Akhirnya saya memutuskan untuk tidak membuat kartu tsb setelah melalui pertengkaran panjang. Dalam hati , bertanya-tanya „ mengapa mencari kartu yang diwajibkan dan sederhana itu harus melalui proses yang sulit dan kadang akan menyebabkan petaka bagi kita yang membutuhkan.“ Bisa jadi sebagai akomodasi pemerasan yang berkedok biaya pelaksanaan dan asuransi. Mereka seperti memaksa kita mengeluarkan biaya yang mahal hanya untuk mendapatkan kartu sederhana tsb. Dan itu lebih dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan sekali lagi Asuransi kita sudah memiliki tertera lengkap di kontrak kerja , semuanya free ditanggung oleh majikan kita masing-masing selama kita berkerja kepada mereka. 

    Dan alhamdulillah pihak Imigrasi tidak bertanya tentang KTKLN sewaktu kembali ke Luar-negeri. Akses balik ke negeri rantauan akhirnya mudah. Dan sesampai di HKG kartu itu tidak pernah ditanyakan apalagi digunakan. 



      Bayangkan apakah itu yang dinamakan perlindungan? Dan apakah itu yang dinamakan sebuah penghormatan ke kita para TKI yang katanya adalah “PAHLAWAN DEVISA“ bukankah kita kembali ketempat kita sendiri dan negara kita sendiri tapi mengapa mereka malah mempersulit dan memanfaatkan kita serta mendiskriminasikan. Mereka ( BNP2TKI)mendapat gaji diambil dari upah kita. Tanpa kita mereka tak akan ada dan tak akan bisa berkerja, tapi... Entahlah mungkin mereka juga mengikuti peraturan. Yang pasti , Pemerintah kita yang sebenarnya adalah pemerintahan tidak punya hati dan naluri khususnya menangani masalah kita kaum bawah , rakyat dan parahnya lagi kita para TKI.. Satu kata “ PEMERINTAHAN BOBROK“ itu saja . 


Taikoo Shing 16012012 

Nitip Rindu

Akhir Pekan

nitip segenap rindu
pada lelaki itu,
lelaki yang tak pernah
menghujani pujian dan kata cinta

lelaki yang selalu menyembunyikan segenap kegundahan
dibalik wajahnya yang jarang
menampakkan senyum

salamku selalu
di setiap akhir pekan
dari seminggu

*update status demontrasi rasa saat senja.

Sahabat Kecil



7 Manfaat Minum Air Putih Bagi Kesehatan:


Like · 

Sabtu, 3 November 2012

Pilu

 Sebuah puisi curahan hati . Minggu 12.55 PM

       Upacara Penanggal Masa Lajangmu

Oleh : Deva del Amor

 kisah itu membuatku pilu dik
 saat masa lajang yang engkau tanggalkan
 yang seharusnya berbinar di wajahmu
 perempuan dan lelaki yang membuatmu ada
 dan aku


 aku tak tau awalnya
 mengapa semua cerita ini ada
 mengapa kisah ini ada pada kita
 pada  engkau dik

upacara sekali seumur hidup
yang menggetarkan
dan keinginan semua orang
kau jalani  tanpa pamit

bukankah dulu
beribu cerita nasehat
mereka orang tercinta
selalu kita iyakan?
kita laksanakan?

kini semua itu hanya sebuah
harap
kau tidak merubah
meski aku tidak yakin
aku percaya kau masih mampu

dik taukah  perasaan mereka
perempuan dan lelaki yang kita cinta
mereka menangis
mereka bersedih
bukan hanya karena melepasmu
tapi karena  tanpa pengakuan

sedihku mungkin tak seberapa dengan mereka berdua
kecewaku mungkin tak juga membandingi kecewa mereka
dan rasa cinta dan sayangku pun tak akan bisa membandingi cinta mereka berdua
meski engkau sekarang telah mengalihkan semua  atas nama cintamu sendiri
doa dan kasih kita masih sama
untukmu


Taiko Shing 4112012





Sabtu, 20 Oktober 2012

Peduli Betapa Sangat Berarti

Sunday 1.10 PM  Taikoo Shing  HKSAR

 Oleh : Deva del Amor.



      Minggu yang cerah, seperti biasa waktu libur setelah seminggu  tenaga diperas untuk berkerja. Dan kali ini, minggu begitu nikmat dan indah, mungkin keindahan  berasal dari cuaca dan hati. Sehabis bangun pagi, rutinitas berlangsung seperti minggu-minggu sebelumnya. Mandi dan berangkat keluar jalan.

     Taikoo Shing nampak begitu indah, angin yang semilir menembus gedung-gedung pencakar langit yang terletak di sekitar apartemen yang aku tempati. Cuaca dingin membuka salam untuk kembali hadir singgah di bulan-bulan ini dan empat bulan ke belakang. Alhamdulillah, setelah belasan tahun tinggal di kota  di negara yang membesarkan aku selama ini, semua berjalan lancar dan nikmat. Terima kasih yang tiada terkira  yang selalu terucap dari bibirku setiap kali.

     Semua peralatan  telah siap, waktu telah hampir jam 10, siang. Sedangkan si boss sudah ramai  , riuh dengan anak semata wayangnya, jengkel karena kenakalannya. Aih , suara yang menjadi musik setiap hari di keluarga yang aku tempati saat ini. Beruntung, meski si bos, di rumah, ia begitu menghargai waktuku, waktu liburku dan keadaanku pula. Si bos yang cantik selain baik,  dia orang kedua yang  menjadi majikan terbaikku selain wanita pertama yang menjadi bosku yang baik hati.

   Keluar rumah,  seperti biasa , kunci yang menjadi hal yang penting bagiku untuk setiap hari . Sebelum keluar menutup pintu, kunci harus menjadi awal yang aku perhatikan , agar saat pulang , ia bisa  membebaskan aku dari tertutupnya pintu.

   Taikoo Shing, sudah nampak begitu ramai, meski di hari  minggu, banyak dari teman-teman sebangsa yang sedang libur dan masyarakat penduduk asli,  menikmati beraktftas, mereka tak  membedakan hari, meski tanggal menunjukan merah pertanda berhenti ( libur).  Sambil berjalan kaki terus melangkah hingga sampai di jalan raya di mana, bisa mendapatkan transfortasi  untuk pergi ke pusat kota, menuju tempat di mana saudara seperjuangan berkumpul. Perpustakaan Coswaybay, itu yang menjadi tujuan utamaku hari ini.

    Tram, telah berada di depanku setelah menunggu selang 5 menit. Aku lebih suka menaiki kendaraan ini dibanding yang lain, selain hemat, juga nikmat dalam arti  bisa melihat lebih dekat pemandangan setiap sudut kota, karena jendela yang terbuka penuh dan jalan dari kereta  ini, yang pelan dan terarah lurus mengikuti  jaringan kabel yang menarik di atas kepalanya.

   Penumpang begitu banyak, sebagian besar dari mereka  saudari-saudariku seperjuangan, Mbak-Mbak yang kebetulan juga akan  menghabiskan waktunya untuk liburan, mereka ada yang duduk, ada pula yang berdiri, bergabung  berbaur menjadi satu dengan orang asli dan asing. Termasuk aku diantaranya.

   Aku lebih memilih di dekat pintu keluar, dibanding duduk di kursi, mungkin karena lebih mudah untuk melangkahkan kaki  turun jika telah sampai di tempat tujuan, juga akan mempernyaman  diriku dari desak-desakan dengan mereka yang berdiri atau yang sedang duduk. Kebetulan , sambil berjalan, sambil dengar musik dan  membuka facebook , berinteraksi melalui jempol dan komen dengan teman-teman di alam sana. Senyum sendiri kadang, tertawa sendiri juga kadang, bahkan mungkin akan spontan berkata sendiri bila melihat tulisan dari status yang aneh lucu dan mengelitik 6_^. Tapi masih selalu  menerapkan keseimbangan agar tidak mengganggu orang yang ada di sekitarku.

    Tiba-tiba riuh, terdengar, dari arah depan , selangkah lebih dekat denganku berdiri orang tua , yang cukup tua. Mungkin berusia 70 an. Ia melangkah tertatih mendekat ke kotak uang yang biasanya para penumpang hampiri sebelum  turun dari Tram. Kotak bayar itu , hanya bisa dimasuki uang receh, untuk ongkos para penumpangnya. Dan bapak tua itu kelihatan kebingungan dengan uang receh yang ia sendiri kelupaan di mana ia menaruhnya.  Rogoh tas yang  disampirkan di pundaknya sebelah kanan  dan tangan sebelah kiri , menyanggah tongkat  yang membantunya untuk berjalan. Ia kebingungan. Tapi di belakangnya ribut mempermasalahkannya.

    "  Iaiyaaa...., cepatlah!, sudah tau tangan dan kaki lambat, kenapa tidak dari tadi uang disediakan sebelum keluar untuk turun!" Suaranya lantang terdengar, nada  jengkel umpatan mengiringi,wanita muda yang antri dibelakang bapak tua itu. Aku yang sebelumnya enjoy dan  menikmati perjalanan di hari liburku , berubah muram. Mungkin karena melihat dan mendengar ucapan tadi , menyaksikan bapak tua yang tua, dan mendengar ocehan dan omelan wanita muda yang muda. Jadi berfikir dan  membayangkan masa tua, bila kelak tangan kaki, dan gerak sudah tidak seenergik lagi, apakah yang muda  akan  memberi perhatian dan peduli?  Mungkinkah sama dengan bapak tua itu. Sakit dan sedih sekali bila memperhatikan  dan merasakannya. Tua menakutkan!

      Tua, mungkin  sebagian dari kita tidak peduli, tapi tua dari kita semua akan  menikmati, akan datang waktu  dan semua tidak bisa mengelak dan menjauhinya, seiring bertambahnya usia. Masa tua itulah , masa di mana kita butuh bantuan, masa di mana kita juga perlu  kepedulian, dan di mana  keadaan dan waktu tidak lagi memberi peluang untuk berkreasi. Kita butuh pertolongan dan bantuan. Pasti yang kita harapkan  adalah orang lain disekitar kita, berharap perhatian , kepedulian dan kasih sayang.  Kita  membutuhkan semua itu kelak di saat tua.  Mungkin dengan cara  berbuat baik yang dimulai saat muda itu satu-satunya jalan.  Berharap jika tua gantian ada orang yang mau berbuat baik juga pada diri kita.

Bila tidak kita lakukan dari sekarang saat kita masih muda , lalu kapan lagi? Kata sebuah pepatah, menanam baik akan tumbuh baik kelak, menanam susah akan tumbuh susah kelak, lalu apakah bapak tua tadi masa mudanya tidak menanam kebaikan? Entah, atau mungkin jaman telah merubah kepedulian yang semakin lama semakin berkurang, digerus oleh ego dan kemoderenan?  Mungkin. Yang pasti, sebelum semua terjadi dan semua berubah menjadi tua, waktu mudalah waktu yang tepat untuk berbekal menuju itu, mulai dari sekarang,menanam kasih sayang dan kebaikan, agar kelak tua mendapat  berkah-Nya dengan kebaikan dan kepedulian.

      Semoga suatu hari kelak di masa tua, keluarga , anak, dan orang sekitar kita punya kasih dan kepedulian kepada diri kita . Semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik dalam menjalani kehidupan ini, selalu belajar dari waktu dan selalu  melihat dari segala sesuatu  untuk bekal perjalanan menuju hari itu. Tua.



 Salam sayang ! Dari  Deva ^__^, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.